Mengapa Bintang-Bintang Tak Tampak dalam Foto

Banyak yang bertanya saat AMJG berbagi gambar yang diambil oleh astronot dan di unggah di media sosial: 'Mengapa tidak ada bintang yang terlihat dalam foto-foto yang diambil oleh astronot dari ruang angkasa?'


Salah satu foto ruang angkasa yang tak terlihat bintang

Fakta bahwa tidak ada bintang yang terlihat di foto dan video dari pendaratan di bulan juga telah memicu kecurigaan dan memunculkan beberapa teori konspirasi, meskipun para ilmuwan NASA menjelaskan bahwa 'kamera tidak dapat menangkap cahaya yang dipancarkan dari bintang karena sinar matahari yang menimpa permukaan bulan jauh lebih terang sehingga mengalahkan cahaya dari bintang-bintang. '

Cahaya terang yang sama juga adalah alasan mengapa banyak foto yang diambil oleh astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional menunjukkan ruang angkasa sepertinya gelap gulita dan kosong dari bintang. Menurut ahli di Physlink dot.com:

Jawaban Pertama:  'Alasan mengapa tidak ada atau sangat sedikit bintang yang dapat terlihat, adalah Bumi. Bumi, ketika diterangi oleh Matahari, maka akan ribuan kali lebih terang dari bintang-bintang di sekitarnya. Akibatnya Bumi begitu cerah sehingga 'menghapus' kebanyakan, jika tidak semua, cahaya bintang-bintang.'

Jawaban Kedua: 'Alasan bahwa bintang-bintang tidak muncul pada film, adalah bahwa bintang-bintang begitu redup sehingga kamera tidak dapat mengumpulkan cukup cahaya dalam eksposur (paparan) yang singkat. Mata kita jauh lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan film fotografi.'

Setiap foto yang kita lihat terdapat bintang-bintang, adalah dari time-lapse foto. Untuk mengambil sebuah foto time-lapse dari bintang-bintang, rana (shutter) pada kamera harus dibiarkan terbuka agar lensa fokus mendapat cahaya yang cukup pada film agar gambar bintang muncul. Dengan waktu yang lebih lama, maka memungkinkan lebih banyak foton masuk kamera dan merekam gambar. Gambar akan terbangun dari waktu ke waktu dari jumlah foton yang mengenai film.

Semakin redup sebuah objek, semakin lama film harus terkena foton, karena hanya ada sedikit foton per satuan waktu mencapai kamera dibandingkan obyek yang cerah. Kecerahan suatu objek secara langsung berhubungan dengan jumlah foton yang mencapai alat perekam seperti mata atau kamera. Misalnya, untuk mendapatkan foto yang layak dari bulan purnama, rana harus terbuka selama sekitar seper sekian detik. Untuk merekam gambar bintang, rana harus terbuka dari beberapa detik sampai beberapa menit agar cukup banyak foton mengenai film dan membentuk gambar.

Jadi astronot Amerika Reid Wiseman mengambil foto ruang angkasa terbaru, diambil dengan eksposur yang cukup untuk menunjukkan bahwa, ya, tentu saja ada bintang-bintang di luar angkasa:






Observatorium Paranal di Chile

Observatorium Paranal adalah observatorium astronomi yang terletak di pegunungan Cerro Paranal di gurun Atacama Chile utara, pada ketinggian 2.635 meter, sekitar 120 kilometer selatan Antofagasta dan 80 km sebelah utara dari Taltal. Jauh dari lampu-lampu kota, tinggi diatas permukaan laut, dengan lebih dari 350 hari tak berawan dalam setahun, gurun Atacama adalah lokasi yang ideal untuk astronomi berbasis darat.



Very Large Telescope (VLT) di Paranal Cerro adalah situs utama Southern Observatory Eropa untuk pengamatan dalam cahaya tampak dan inframerah, dan pada satu waktu, pernah menjadi salah satu dari array optik yang paling kuat di dunia. Observatorium terobosan ini terdiri dari empat teleskop 8,2m yang terpisah dan koleksi besar instrumen. Selain itu, empat teleskop utama dapat menggabungkan cahaya mereka untuk beroperasi sebagai satu perangkat. Tanpa diketahui kebanyakan orang kecuali para astronom dan fotografer, observatorium memiliki ketenaran sesaat pada tahun 2008 ketika muncul dalam film James Bond, Quantum of Solace.

Selain teleskop, ada bangunan kontrol dan pemeliharaan fasilitas serta hotel yang menyediakan akomodasi untuk staf dan pengunjung. Ini terletak 200 meter lebih rendah dan 3 km dari teleskop, dan tertanam setengah ke gunung dengan beton berwarna untuk berbaur dengan lanskap.

Salah satu hal terbaik tentang Paranal Observatory yaitu menawarkan wisata gratis untuk pengunjung.











Hotel yang sebagian berada di bawah tanah



Baca Juga:







Source

Video Mobil Misterius yang Tiba-Tiba Muncul di Jalan

Apakah teleportasi (pengalihan materi dari satu titik ke titik lain, secara seketika) telah dapat dilakukan untuk benda-benda besar seperti mobil misalnya? Teori teleportasi sejauh ini hanya dikenal berlaku untuk partikel-partikel fundamental saja oleh para Ilmuwan. Ataukah portal (gerbang) ruang-waktu dapat mengirimkan benda-benda besar seperti mobil secara utuh? Apa yang akan anda lihat dalam video dibawah ini awalnya mungkin akan mengejutkan anda ...



Belum lama ini Youtube merilis sebuah video yang mencengangkan banyak orang dan telah menembus jutaan view. Dalam video yang diberi judul 'Mobil Hantu' itu, kita bisa melihat bahwa alur lalu lintas yang tadinya tenang, mendadak dikejutkan dengan munculnya sebuah mobil yang memotong jalur.



Kejadian itu membuat mobil di depan perekam mendadak berhenti. Mobil yang memotong jalur mobil di depan perekam tersebut muncul begitu saja dan bila dipikir-pikir, sangat tidak mungkin ia datang dari arah kanan.

Sejak awal direkam, tidak terlihat ada mobil yang datang dari arah sana. Oleh karena itulah mobil ini mengundang misteri dan banyak pertanyaan. Meskipun banyak orang yang berkata bahwa hal ini tidak mungkin terjadi, namun tidak ditemukan adanya indikasi bahwa video ini hasil editan.

Benarkah mobil tersebut datang dari tempat atau dunia lain? kejadian ini mengingatkan kita pada sebuah film yang berjudul 'Back to the Future' dimana seseorang dapat melakukan perjalanan mundur dalam waktu dari suatu tempat ke tempat itu lagi, namun di masa atau waktu yang berlainan. Mungkinkah hal itu bisa terjadi di zaman modern sekarang ini?


Tapi jangan tercengang dulu, karena ada seseorang yang menganalisa video tersebut, dan menemukan dari mana sebenarnya mobil misterius tersebut berawal.



Ya, ternyata mobil tersebut bukan tiba-tiba muncul begitu saja. Mobil misterius (kini tak misterius lagi) telah terlihat berjalan dibelakang sebuah mobil lain, dan ini terlihat di bagian belakang mobil-mobil yang berhenti menunggu. Nah, saat mobil lain tersebut muncul, yang ternyata berbelok sehingga melaju kearah yang sama dengan mobil utama yang ada dalam kamera, mobil kedua (atau yang tadinya misterius) muncul dari sebelah kiri (kita/kamera) mobil yang berhenti menunggu paling ujung. Karena laju mobil utama tepat menutupi pergerakan laju mobil misterius yang muncul dari kanan kamera, maka kita melihatnya setelah mobil misterius tersebut melampaui mobil utama. Sehingga seakan-akan mobil tersebut muncul dengan tiba-tiba, entah darimana ...

Jadi mobil misterius tersebut hanyalah mobil yang nyelonong, menerobos lampu perlintasan ... hehehe


Baca Juga:





Source: Terselubung & Youtube

Misteri Cahaya Hijau di Teluk Thailand

Sebuah cahaya hijau yang aneh dan misterius di lepas pantai Bangkok membuat astronot ISS terheran takjub setelah ia mengambil gambar cahaya misterius tersebut dari angkasa hari minggu 17 agustus 2014 kemaren.



Astronaut Reid Wiseman kemudian memosting gambar tersebut di akun twitternya dan menambahkan 'kicau'nya: 'Bangkok adalah kota yang cerah. Cahaya hijau di luar kota? (saya) tidak tahu. '

Reid Wiseman yang berasal dari Baltimore tersebut sedang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), saat mengambil gambar tersebut dari ketinggian sekitar 320km di atas planet ini dan cahaya hijau itu terlihat dengan jelas.


Penjelasan-penjelasan pun kemudian bermunculan, berkisar dari alien sampai ke limbah nuklir dan ganggang bioluminescent - tapi NASA mengklaim ada penjelasan yang jauh lebih 'fishy'.

Diperkirakan cahaya hijau yang mucul di Teluk Thailand tersebut sebenarnya diciptakan oleh kapal nelayan.

Penerangan lepas pantai tersebut berasal dari sejumlah besar lampu LED hijau yang digunakan untuk menarik cumi-cumi dan kehidupan laut lainnya ke permukaan.

Menurut sebuah artikel bulan Oktober 2013 di situs NASA Earth Observatory yang ditulis oleh Michael Carlowicz: 'Nelayan dari Amerika Selatan dan Asia Tenggara menerangi laut dengan lampu kuat yang menarik plankton dan spesies-spesies ikan serta cumi-cumi yang memakan plankton.

'Cumi-cumi mengikuti mangsanya ke permukaan, di mana mereka lebih mudah bagi nelayan untuk menangkapnya. 'Perahu penangkap cumi-cumi dapat membawa lebih dari seratus lampu ini, dan menghasilkan sebanyak 300 kilowatt cahaya per perahu. '


Para ilmuwan pertama kali mencatat adanya cahaya lampu malam di laut seperti ini sejak akhir 1970-an dan awal 1980-an, saat mengkompilasi peta pertama Bumi di malam hari.

'Lampu-lampu ini membantu mengungkapkan berbagai pola dan variabilitas kegiatan penangkapan ikan malam hari dengan detail yang mencolok, 'kata Dr Steve Miller, seorang ilmuwan Colorado State University yang bekerja dengan pencitraan malam, VIIRS.

'Ini hanyalah contoh lain dari berapa banyak informasi yang ada pada pengukuran cahaya malam hari dan bagaimana uniknya mereka berpasang dengan aktivitas manusia dengan lingkungan alam dalam cara yang citra konvensional tidak bisa melakukannya', tegas Dr Steve Miller.


Baca Juga:






Sumber

Paricutin - Gunung Berapi yang Lahir di Ladang Jagung

Jarang vulkanologi bisa menyaksikan kelahiran, pertumbuhan, dan kematian gunung berapi. Paricut

Perbandingan Jumlah Logam yang Dihasilkan dengan Tambangnya

Semua logam dalam hidup Anda - dari yang ada di gadget Anda, cincin di jari Anda, hingga ke batangan baja besar yang terbungkus dalam beton di pilar apartemen yang anda tinggali - berasal dari bumi. Mengekstrak logam dari batu-batuan adalah proses yang rumit, metode yang telah ditemukan ribuan tahun yang lalu kemudian disempurnakan lagi dan lagi sepanjang sejarah pertambangan.

Biasanya, bijih yang mengandung logam ada dalam jumlah kecil, sehingga untuk mendapatkan satu ons logam saja, sebuah gunung harus digali. Nah, visualisasi berapa banyak logam yang didapatkan pada sebuah tambang adalah ide di balik proyek For What It's Worth.

Proyek ini dikerjakan oleh fotografer Cape Town, Dillon Marsh. Marsh mencoba untuk mengkantisasi pertambangan, 'industri yang telah membentuk sejarah dan ekonomi dunia secara radikal.'

Nababeep South Mine, Nababeep (1882-2000). Lebih dari 500 m dalamnya, 302,791.65 ton tembaga telah diekstraksi

Fotografer mengambil gambar dari lima tambang terkenal di Afrika Selatan, dan kemudian menggunakan data tentang tingkat ekstraksi tambang tersebut, menghitung ukurannya, kemudian mengkonversikannya kedalam sebuah bola yang solid untuk mewakili jumlah logam yang telah ditambang secara total. Lalu menggunakan mesin rendering dan beberapa penyesuaian cepat untuk skala, Marsh memasukkan setiap bola ke dalam lanskap.

'Tambang berbicara tentang kombinasi pengorbanan dan keuntungan,' katanya. Kerja keras dan teknik khusus, dibangun untuk mengekstrak nilai dari bumi, tetapi juga ada harga yang harus dibayar.'

Pada bagian pertama dari seri ini, hanya berkaitan dengan tembaga, tetapi Marsh memiliki rencana untuk melakukan hal yang sama untuk logam mulia, batu, dan bahkan batubara.

Blue Mine, Springbok (1852-1912). 3,535 ton tembaga diekstraksi

West O'okiep Mine, Okiep (1862 ke awal 1970-an). Lebih dari 500 m dalam, 284.000 ton tembaga diekstraksi

Tambang Tweefontein, Concordia (1887-1904). Lebih dari 100 m dalam, 38,747.7 ton tembaga diekstraksi

Tambang Jubilee, Concordia (1971-1973). Lebih dari 100 m dalam, 6.500 ton tembaga diekstraksi


Baca Juga:






Jembatan 'Neraka Kecil' di Peru

Ferrocarril Central Andino, di Andes, adalah jalur kereta api tertinggi kedua di dunia, dan salah satu yang paling terkenal karena tantangan teknis yang besar yang dihadapi dan diatasi saat pembangunan jalur tersebut. Jalur kereta api ini dimulai pada kota pelabuhan Callao, hampir selevel dengan laut, kemudian melewati kota Lima dan kemudian mencapai ketinggian puncak 4818 meter di Anticona pass (Ticlio, Lima). Jalur kereta api ini terus berlanjut hingga mencapai kota tambang La Oroya, dimana jalur kemudian terbagi menjadi dua rute: satu menuju Cerro de Pasco dan yang lain menuju ke Huancayo dan Huancavelica. Perjalanan sepanjang rute ini adalah daya tarik utama bagi para penggemar kereta api dengan 58 jembatan, 69 terowongan (dengan terowongan kereta api yang termasuk tertinggi kedua di dunia) dan 6 switchbacks.



Salah satu jembatan yang paling terkenal yang ada di sepanjang jalur Lima ke La Oroya adalah Infiernillo atau Jembatan 'Neraka Kecil', terletak di ngarai sempit antara dua terowongan. Jalur kereta api ini muncul dari terowongan di tebing vertikal, melintasi jembatan, dan kemudian kembali memasuki terowongan lain yang juga berada di tebing vertikal. Di bawah jembatan mengalir sungai Rio Rimac, dan berdekatan dengan jalan raya utama 'Carretera Central'.


Jembatan ini terletak di ketinggian 3.300 meter di atas permukaan laut dan berjarak 129.5 kilometer dari Callao. Dibangun pada tahun 1908 oleh